Sunday, March 23, 2014

Analogi: Kayu dan Awan

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Puisi 'Aku ingin' karya Sapardi Djoko Damono

***

Dear, my beloved readers..

Aku lagi jatuh cinta dengan puisi ini, singkat, sederhana namun penuh makna. Menurutku, isi puisi ini menggambarkan cinta yang universal. Yang begitu sederhana namun bermakna. Hanya dengan menganalogikan cinta tersebut dengan kayu dan awan.

Dear readers,

Cinta itu sederhana, gak muluk-muluk, gak perlu dengan kata-kata yang tak mudah di mengerti bak puisi setingkat W.S Rendra atau Taufik Ismail. Gak sesimpel dengan BBMin gebetan ngajak dinner. Gak seperti ngirim invitation di Line cuma buat alasan main Cookie Run padahal PDKT-an. Gak sesingkat akronim L.O.V.E nya lagu si Mr.Jazzy, Nat King Cole. Gak semudah bilang I love you ke si doi.

Cinta itu ya cinta...
Gak perlu didefinisikan, gak perlu diikat, gak perlu dipublikasikan. Namun, perlu di wujudkan..

P.S: Untuk orang yang sampai saat ini tak pernah mendengar kata Cinta dari yang tak sempat mengucap.





Dari
Kayu yang tak sempat mengucap,
Dan Awan yang tak sempat berisyarat