Tuesday, April 15, 2014

My Journey in Taiwan

Breath the fresh air on Liyu Lake


























.

Dear readers,

I know it's kind of late blog-posts.
Today, i read my journey book, such a diary of moments i have spent during my exchange weeks in Taiwan!

FYI, i spend 2 weeks in Taiwan, for Mandarin Cultural Intensive Tzu Shao Summer Camp, which held by Tzu Chi University in HuaLien, Taiwan on June 23 - July 6 2013.

Those 14 days are one(s) of the best days in my life. I went to Taiwan not for a holiday only, but for learning the Taiwanese language and Taiwanese culture. Luckily, i have written down some memories on my journey book.

I know it's too late but i wish you can enjoy reading my stories! You can check it on the old archives!


I'm standing i front of the store, On Huantan N Road, HuaLien

***

Wednesday, April 2, 2014

Satu, Bukan 8

8 bulan beralu sejak aku mulai mengenal kalian lebih dekat. Akhirnya latihan yg aku dan mereka lakukan terbayar oleh 150 menit di tempat tadi.


Ada hal yang masih membekas di benakku. Bukan mengenai tes, hanya saja ya begitulah. Jujur, aku tak berharap banyak dari tes tadi. Yang aku sadari, ini berakhir. Aku tahu akan ada perpisahan, akan ada masa-masa dimana satu persatu dari kami akan pergi, menjauh, mengundurkan diri untuk mencari sejatinya apa yang mereka inginkan. 

Sama sepertiku, memang IT bukan passion ku. Tapi ada beberapa hal yang membuatku tetap ingin bertahan disana. Salah satunya mereka. Bukan salah 8, karena faktanya kita itu 1. Aku tak mau menyebut angka 8, karena suatu saat angka 8 bisa berkurang dan berubah nominalnya. Aku ingin kita tetap 1, karena kita menghabiskan waktu bersama bahkan berdebatpun pernah juga.


Selain hari ini menandakan permulaan merenggangnya intensitas waktu bertemu kami di waktu yang akan datang, aku juga merasa kecewa dan sedih akan diriku. Yang terlalu serius ketika belajar bersama. Yang tak mendengar ketika mereka mengeluh. Yang tak berisyarat ketika mereka mulai tersesat. Yang tak memegang erat persahaban kami ketika situasi mulai menegang, dan akhirnya hubunganlah yang meregang.


Terkadang kita tak mengenal sikap sahabat kita sendiri dengan 'mata telanjang'. Butuh 'kacamata waktu' yang tebal untuk menilai dan mengenal. 
Namun terkadang itu tak sebanding dengan salam perpisahan yang begitu cepat. 


Terima kasih yang telah mewarnai 8 bulan terakhir ini. 
Aku sayang kalian. 

Klise? ya beginilah adanya.. 

From left to right: Lele, Ko Johan( he's not with us), Jovian, Alvian, Wilson, Ellen, Ananta, Adrian