Kemarin aku pulang sekitar jam 10-an malam. Baru kembali dari The Resonanz Music School, taping bersama Dedy untuk program Profesiku, Profesimu Daai TV. Dan juga mendengarkan melodi indah yang sampai detik ini masih mengalun di kepalaku.
Ya.. Malam itu sekelompok anak berbakat berusia 4-16 tahun sedang latihan untuk Orchestra Wayang untuk penampilan di Taman Ismail Marzuki. Aku suka lagu Taroret, alunan perkusi, Paduan suara, Grand Piano, Cello, Terompet, Xylophone, Violin, Biola dengan hentakan irama dari seorang Conductor yang mengiringnya membuat lagu karya anak bangsa tersebut terdengar begitu classy.
Yang berada di tengah-tengah rumput yang bergoyang
Yang selalu melambai tertiup angin ketika seseorang lewat
Pernahkah kau melihat bunga mawar?
Yang terlihat berseri sepanjang hari
Namun cukup tajam bila didekati
Kau tahu senyum itu seperti apa?
Ya seperti itu, ketika kau sedang bercanda dan tak tahu apa ekspresi yang tepat.
Kau juga tersenyum ketika kau sedang kesal.
Kesal terhadap apapun, terhadap apa yang aku lakukan, terhadap perbuatan temanmu, atau terhadap kondisi yang seharusnya tidak kau hadapi.
Have you ever made friends? I bet you have made friends before. What about an online friend? Some of you might think that how could we have friends from another country when we don't have money to go to another side of the earth. It's not the main problem. MONEY is not everything. All you need is the capability of being your self, be nice to everyone and respect the diversity of culture, ethnicity, life style,etc. What if we don't have those capabilities? It would emerge as time goes.
Saya baru saja membaca Post mengenai Indonesia yang Kaya. Apakah kamu berpikir demikian?
Jika tidak, silahkan baca artikel yang berisi percakapan singkat seorang mahasiswa Indonesia dan seorang pengusaha asal Singapura :)
Berikut artikel yang saya kutip.

